CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Wednesday, 7 December 2011

pesanan semasa mendengar azan..

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan
waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yang nazak, hampir ajal
tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras
dan hanya mimik mukanya yang menahan
kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yang
bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri
ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya
ketika maut menghampirinya." Ini jelas
menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan
diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan
berkumandang. Sebagai orang beragama Islam
kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya.
Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak
dan diamkan diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan
diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika
azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak.
Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal
hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang
dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya
akan dicabut Allah dengan izinNya menjanjikan
syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita
sama-sama menghormati azan dan mohon kepada
Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa
kita sedang dicabut.Ya Allah! Anugerahkanlah
kematian kami dengan kematian yang baik lagi
mulia, lancarkan lidah kami mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut
menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal
a'lamin.."

jarak dunia dan akhirat seperti memejamkan mata

Jabir bin Abdullah berkata: "Pada suatu hari, sewaktu saya bersama baginda Rasulullah S.A.W. maka tiba2datang seorng lelaki yang berwajah putih bersih, rambutnya pula sangat cantik dan berpakaian putih. Lalu dia menghampiri Rasulullah S.A.W dengan berkata


"Assalamualaikum ya Rasulullah, apakah ertinya dunia itu?"
Maka Rasulullah pun berkata, "Dunia ini adalah impian orang yang tidur."


Tanya orang itu lagi, "apakah ertinya akhirat itu ya Rasulullah?" Jawab baginda, "satu kumpulan manusia berada dalam Syurga dan satu kumpulan lagi berada dalam Neraka sa'ir.


Orang itu bertanya lagi, "Apakah jahannam itu?" Maka Rasulullah berkata, "Jahannam itu adalah balasan bagi mereka yang mencarinya."




Tanya orang itu lagi, "siapakah sebaik-baik umat ini?"
Jawab baginda, "sebaik-baik umat ialah yang taat kepada Allah S.W.T."


Tanya orang itu lagi, "bagaimanakah yang dikatakan orang yang taat itu?" Kata Rasulullah, "orang yang berusaha bersungguh-sungguh sebagaimana orang yang mencari kafilah."


Tanya orang itu lagi, "Berapa jarak jauhnya dunia dengan akhirat itu?" Jawab Rasulullah, "hanya sekadar memejamkan mata sahaja."


Jabir melanjutkan ceritanya, "Setelah orang itu pergi, kami tidak pernah melihatnya lagi selepas itu."


Rasulullah bersabda, " Orang lelaki yang datang tadi adalah Jibrail A.S, datang depada kamu agar kamu menjauhkan diri dari dunia dan mencintai akhirat."


Kata Rasulullah lagi, "Sesungguhnya Allah tidak menciptakan makhluk yang lebih dibenci melainkan dunia, bahkan Allah tidak melihatnya sejak menciptanya"



Sunday, 27 November 2011

DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA


----- Original Message -----
From: Aish AB
"Sopyan Sorry" wrote:
  
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung- huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Selendangnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.

"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina."

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir karena malu, langsung saya cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa a.s. berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena
perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut.

Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu kemana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu mahu di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, apatah pula manusia lain bakal menerimanya?

Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa setelah dia beredar, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"

Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista tu?"

"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.

"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.

"Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal.Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.

Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh- sungguh bererti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu
menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan).

Dalam hadith Nabi SAW disebutkan, Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 Nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka
selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat.


orang yang berbudi dan berilmu itu ialah jernih mukanya, lapang dadanya, suci hatinya, lemah lembut perkataannya dan baik segala perbuatannya -Hukamak


Saturday, 13 August 2011

98 langkah menuju syurga..

1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan
      diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila
      kerana sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
43. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
44. Perbanyak silaturrahim;
45. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
46. Bicaralah secukupnya;
47. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
48. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
49. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
50. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
51. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
52. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
53. Hormatilah kepada guru dan ulama;
54. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
55. Cintai keluarga Nabi saw;
56. Jangan terlalu banyak hutang;
57. Jangan terlampau mudah berjanji;
58. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan
      dunia adalah kehidupan sementara;
59. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat
60. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
61. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
62. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
63. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
64. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan
dengan kejahatan lagi;
65. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
66. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
67. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu
      pilihan
68. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang
      mendapatkan kesulitan.
69. Jangan melukai hati orang lain;
70. Jangan membiasakan berkata dusta;
71. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan
      kerugian;
72. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
73. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan
      kesungguhan;
74. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
75. Jangan membuka aib orang lain;
76. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang
      yang lebih berprestasi dari kita;
77. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan
      bijaksana;
78. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
79. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
80. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa
     dan negara;
81. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
82. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
83. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
84. Hargai prestasi dan pemberian orang;
85. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
86. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan
      tidak menyenangkan.
87. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-
       norma agama dan kondisi diri kita;
88. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental
      kita menjadi terganggu;
89. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
90. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-
      pandailah untuk melupakan jasa kita;
91. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain
      terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat
      menyebabkan orang lain terhina;
92. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut
      teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
93. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
94. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh
      keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
95. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar
      kemampuan diri;
96. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan.
      Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
97. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan
      setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan;
98. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya
     dengan memiskinkan orang


YANG PALING PENTING REDHA ALLAH, BILA ALLAH REDHA TIADA APA YANG DAPAT MENGHALANGI...


-----------------
saya tETAP TIdAK pEDULI, aSALkAN saya SEoRANG MusliM, BiAR dIrI SaYa tERkUJUr MaTi, uNTuK ALLAH kEMAtIaN SaYa adalah pAsTi.




Monday, 11 July 2011

petua untuk menjadi cantik..


Anda Nak tahu petua bagi menambahkan kecantikan diri anda wahai kaum wanita.
Cuba lihat panduan di bawah ini :
Petua menjadi lebih cantik dan menarik :-
Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.

Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.

Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.

Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.

Rawatlah rambut anda dengan "Selendang Islami" yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang merbahayakan.

Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu' dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.

Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian".

Bedakilah wajah anda dengan "air Wudhu" nescaya akan bercahaya di akhirat.

Di mana cantiknya seorang muslimah?
Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja. 

Boleh jadi pada bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami dan pipi munggil anak-anak. 

Atau mungkin juga pada hilai tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus melembutkan perasaan. 

Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan.
Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. 

Kaum wanita harus menyatakan kesyukuran kehadrat Ilahi kerana menjadikan dan memberikan keindahan-keindahan itu.

Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap dihadapan
cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua.
Wajah akan suram, mata akan kelam.

Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat kewanitaan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

Moga-moga ianya menjadi panduan dan iktibar kepada kaum wanita.InsyaAllah

-----------------
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR,
Teman yang paling akrab ialah AMAL,
Pengawal peribadi yang paling waspada ialah DIAM,
Bahasa yang paling manis ialah SENYUM,
Ibadah yang paling indah ialah KHUSYUK....



Wednesday, 6 July 2011

Nauzubillah..

Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, "Wahai orang muda kenapa kamu menangis?"

Maka berkata orang muda itu, "Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya." Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu,maka Abu Bakar r.a dan Umar r.a. mendapati ayah orang muda itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, "Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam." Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah W.T, kemudian mayat itu pun tukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut. Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?"

Berkata orang muda itu, "Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat." Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, "Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam."

Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.

Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat."
Lalu para sahabat bertanya, "Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?" Berkata ular, "Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya ;

1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang
2. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
3. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.
Maka inilah balasannya".

Tuesday, 5 July 2011

antara lobak, telur dan kopi..

Annasr menulis "Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah periuk dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga periuk tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam periuk pertama, telur dalam periuk kedua dan serbuk kopi dalam periuk terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 minit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Lobak, telur dan kopi", jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasa lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahawa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa erti semua ini, ayah?" Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeza.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.
"Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?" tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cabaran dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjaya mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 darjah celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat.
Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum.
Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana?

Monday, 4 July 2011

6 pesanan untuk wanita.. :)

1. Jaga solat pada awal waktu. Kalau datang
haid sekalipun jika tidak
dapat solat, kena duduk atas tikar sembahyang
supaya anak tidak lihat kita

2. Hidupkan Bacaan Hadis Nabi saw di rumah
dengan keluarga. Dianjur baca
Hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah
zaman Nabi saw sehingga dari
rumah kita keluar anak-anak yg soleh yg mendoakan
kesejahteraan kedua ibubapa
dunia/akhirat.

3. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya
8 ayat. Kalau tak mampu nak
baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan
mencium Al Quran dan muhasabah 'Ya
Allah, apa dosa saya hingga saya tak dapat
nak baca kitab Mu pada hari
ini."

4. Mendidik anak secara Islam. Mengajar
anak-anak dari kecil bermula
dengan doa-doa masnun.Iaitu doa seharian Nabi saw
saperti doa tidur, bangun
tidur, makan dan sebagainya.

5. Hidup sederhana dengan tidak
membebankan suami. Setiap hari malaikat
akan menghantar 500 jambangan bunga dari
syurga untuk wanita yg hidup
sederhana. Setiap titisan air masakan dan
basuhan mereka akan menjadi
zikir mohon keampunan kepada Allah swt atas
wanita tersebut.

6. Galak suami untuk bermujahadah atas
Agama Allah. Seorang isteri y g
menggalakan suaminya untuk solat berjemaah
di Masjid/Surau akan dapat
pahala berjemaah suaminya termasuk solat
dia sendiri.

Mudahan-mudahan ulasan ringkas ini
bermanfaat.Muzakarahlah bersama teman
wanita lain supaya hakikat amalan ini masuk
dalam hati kita dan mudah nak
amalkan.. :)

Monday, 27 June 2011

adik dan palestin....

kali ni aq nk kongsi satu cter ngn korang...cter ni sgt mnarik bg aq la...sbb tu aq ase nk share kt korang skit..hehe..org kate sharing is caring la kn..hoho..

Bacelah dan Hayati Cerita Dibawah..
mmg pnjg skit,tp insyaallah korang xkn bosan bce cter ni smpai abis...



Adik bangun pagi.Adik kesat mata.Walid yang kejut adik. Adik mengantuk sangat. Adik tarik gebar semula. Tidur balik. Walid geleng kepala bila nampak adik tidur balik. Walid tepuk belakang adik suruh adik mandi. Lepas mandi adik pakai baju baru. Ummi kata hari ini Hari Raya Aidilfitri. Semua orang pakai baju baru. Tapi adik tengok ummi pakai baju buruk,walid pun pakai baju buruk. Ummi cuma senyum bila adik mengajukan soalan itu. Ummi kata cukuplah adik seorang pakai baju baru. Walid pimpin tangan adik pergi masjid. Kami jalan kaki melalui denai- denai kecil. Sepanjang jalan adik dengar takbir raya. Allahu Akbar Allahu Akbar, La ilaha illallah huallahu akbar, Allahu Akbar wallilla hilham.. Adik khusyuk dengar. Merdu. Adik angkat tangan ke telinga,lagak seperti bilal masjid sambil menjerit takbir raya. Walid cuma ketawa kecil melihat gelagat adik. Di persimpangan jalan, kami bertemu Pak Cik Nassier jiran adik. Adik pandang walid. Walid ralit berbual dengan Pak Cik Nassier. Adik dengar walid berbual tentang syahid, Yassier Arafat dan lain-lain lagi. Nama negara adik pun walid sebut, Palestin. Tapi adik tidak faham. Adik cuma mendengar. Adik tiba di perkarangan masjid. Masjid itu besar,tersergam indah. Masjid kebanggaan negara adik, Masjidil Aqsa.Walid pernah beritahu adik, Masjidil Aqsa kiblat pertama sebelum Kaabah di Mekah. Masjidil Aqsa juga adalah salah satu tempat suci dalam Islam. Nabi Muhammad pun mengalami peristiwa Israk dan Mikraj di masjid ini. Adik buka kasut dan masuk ke perut masjid. Adik lihat ramai orang. Semuanya duduk dalam saf. Walid tarik adik duduk di penjuru masjid,kemudian walid solat tahiyatul masjid.Adik ikut walid solat raya. Adik berdiri betul-betul dekat dengan walid. Adik pandang walid. Bila walid angkat tahbiratul ihram adik pun angkat. Mulut walid kumat kamit membaca sesuatu. Adik pun ikut sama walaupun adik tak tahu apa yang adik baca. Walid rukuk,adik rukuk. Walid sujud,adik sujud. Adik membilang anak tangga selepas selesai solat raya dan bersalam- salaman dengan jemaah yang lain. Walid ada di belakang adik. Suasana ketika itu tenang dan damai. Adik suka ketenangan. Adik tarik nafas, hirup dalam-dalam udara pagi. Tiba-tiba ketenangan itu diragut. Adik nampak ramai orang bertempiaran lari. Adik juga nampak sekumpulan askar yang memegang senjata sedang mara menuju ke arah masjid. Adik dengar bunyi kuat. Bunyi tembakan. Walid dukung adik erat sambil melaungkan takbir Allahu Akbar. Adik takut. Adik pejam mata. Kaki walid yang kuat berlari tiba-tiba terhenti. Pautan tangan walid longgar dan akhirnya terlerai. Adik rasa seperti sekujur tubuh tumbang dan menghenyak adik. Adik pandang belakang. Mata adik terbeliak. Adik nampak tubuh walid. Kepala walid berdarah. Adik menjerit nama walid. Manik-manik jernih bergentayangan dan gugur satu persatu dari tubir kelopak mata adik. Walid pandang adik. Walid cium pipi adik. Walid suruh adik lari. Adik geleng kepala. Adik pegang tangan walid. Adik hendak duduk di sisi walid. Walid senyum pada adik. Mulut walid lemah menutur kalimah syahadah. Adik goyang tubuh walid. Walid tidak bergerak. Walid kaku. "Waliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiid!!!!!!!" Adik kesat air mata. Adik lari kuat-kuat. Adik lari tidak kalih kiri dan kanan. Sampai di rumah, adik terus menangis. Ummi hairan tengok adik. Adik sebut nama walid berkali-kali. Mayat walid di hantar ke rumah tidak lama selepas itu. Adik masih menangis. Adik tengok ummi cium dahi walid. Ummi peluk adik. Beberapa orang jiran cuba tenangkan ummi. Abang yang duduk di penjuru dinding juga menangis. Abang dah besar. Umur abang enam belas tahun. Abang pergi dekat walid,abang peluk dan cium walid. Selepas sembahyang adik nampak orang angkat walid keluar rumah. Abang pun ikut sama. Adik tidak ikut. Adik duduk rumah dengan ummi.Adik tanya ummi, mana perginya walid. Diam. Adik tanya lagi sambil menongkat dagu menunggu jawapan daripada mulut ummi. Ummi pandang adik, ummi kata walid pergi ke satu tempat yang sangat cantik. Walid pergi tidak akan kembali lagi. Adik cuma mengangguk. "Adik nak ikut walid" Ummi geleng kepala dan peluk adik. Adik lap air mata di pipi ummi. Adik senyum, ummi senyum. Petang itu ramai kawan abang datang. Abang ajak mereka ke belakang rumah. Adik berlari-lari anak ikut abang ke belakang. Abang tekun membuat sesuatu. Sesuatu yang menyerupai senapang. Adik cuma duduk diam dan tengok. Kawan-kawan abang pun khusyuk membuat kerja. Adik menguap berkali-kali. Boring duduk diam tanpa melakukan sebarang kerja. Tidak keletah adik dibuatnya. Mata adik melilau-lilau mencari barang mainan. Adik nampak benda bulat seperti bola. Adik pergi dekat cuba mencapai benda itu. Adik pegang dan belek. Sedang adik seronok bermain, abang rampas 'bola' adik. Adik masam. Adik tarik muncung empat belas. Adik marah pada abang. Abang tersenyum melihat tingkah laku adik. Dengan lembut abang mencubit pipi montel adik. Abang beritahu adik yang benda itu bom tangan bukannya bola seperti yang disangka adik. Adik diam, kemudian berlari mendapatkan ummi. Merajuk. Adik bangun awal pagi itu. Tidak seperti hari-hari lain, walid tidak
ada untuk kejut adik. Apabila teringat walid,mata adik berkaca. Adik tidak mahu menangis. Adik orang lelaki. Orang lelaki tidak boleh menangis, orang lelaki kena kuat dan tabah. Adik nampak abang sedang bersiap-siap. Abang galas beg besar. Semua benda yang abang buat
semalam abang bawa. Benda ulat seperti bola pun abang bawa. Kawan- kawan abang semuanya sedang menungu di depan rumah. Abang cium tangan ummi, minta izin untuk pergi. Ummi peluk abang,cium abang berkali- kali. Adik cuma memandang dengan mata terkebil-kebil. Adik garu kepala yang tidak gatal. Abang datang dekat adik. Abang dukung adik,usap kepala adik. "Adik jaga ummi ya" pesan abang. "Abang nak pergi mana" tanya adik seperti orang bodoh. "Abang nak pergi berjuang". Abang mengukir senyuman mengakhiri bicara. Kelibat abang hilang ditelan kabus pagi. Hanya lambaian tangan adik mengiringi pemergian abang. Lepas abang pergi ummi cerita macam-macam perkara pada adik. Pasal Israel, pasal syurga, pasal jihad dan banyak lagi.Semuanya adik tidak faham. "Isra..Israfil." terkial-kial adik
menyebut perkataan itu dalam pelat yang pekat. "Bukan Israfil. Israfilkan nama malaikat. Malaikat yang tiup sangka kala. Israel." Ummi membetulkan sebutan adik. "Is.ra.el" akhirnya adik berjaya menyebutnya juga. Ummi ketawa kecil. Adik ikut ketawa menampakkan sebaris gigi adik yang ronggak. Ummi kata Israel jahat. Israel musuh umat Islam. Israel juga musuh Allah. Israel yang mencetuskan peperangan di bumi Palestin. Israel yang bunuh walid. Adik benci Israel. Adik benci sesiapa yang menjadi musuh Allah.
Adik lari keluar rumah. Adik pergi ke jalan besar. Ramai kanak-kanak sebaya adik di situ. Mereka semua baling batu kepada sekumpulan tentera yang bersenjata di seberang jalan. Adik ingat lagi, tentera itulah yang bunuh walid. Merekalah Israel. Adik marah. Adik geram. Adik capai batu, adik baling kuat-kuat. Adik pejam mata. Terbayang di
kepala adik peristiwa yang menimpa walid. Adik sertai kawan-kawan adik yang lain; membaling batu. Kadang-kadang kami lari apabila tentera itu menyerang balas. Ada juga kawan-kawan adik kena tembak. Tumbang satu persatu. Adik nampak baju mereka merah berlumuran darah.
Adik lari menyorok di sebalik bangunan usang untuk menyelamatkan diri. Adik lari bersama seorang kawan adik. Namanya Jamal. Dia juga sama dengan adik. Walidnya juga pergi ke suatu tempat yang sangat cantik dan tidak akan kembali lagi. Apabila keadaan semakin reda, adik pulang ke rumah. Adik berjanji dengan Jamal untuk melontarkan batu
lagi pada keesokkan harinya. Sesampai di rumah adik berasa sangat lapar. Adik cari roti di dapur. Adik buka almari, adik cari dalam almari tapi tidak jumpa. Perut adik mula berbunyi minta diisi. Adik sudah makan roti petang tadi tapi adik masih berasa lapar lagi. Adik nampak ummi pegang roti. Itu sajalah satu-satunya roti yang tinggal di rumah kami. Ummi tidak makan apa-apa lagi sejak pagi tadi. Adik pergi dekat ummi. Ummi yang baru menyuapkan roti ke mulutnya tersentak. Ummi keluarkan semula roti dari mulutnya dan suapkan ke mulut adik. Adik kunyah dengan gelojoh. "Ummi, Kenapa kita hidup susah?" adik tanya pada ummi dengan
mulut dipenuhi roti. Ummi pangku adik di ribanya. Ummi mengelus lembut rambut adik. "Kita kena sabar sebab sabar itu cantik" ujar ummi perlahan. "Cantik macam syurga ke ummi?" adik tanya lagi. Ummi senyum. "Nabi Muhammad pun hidup susah juga. Baginda dilontar batu ketika menyebarkan dakwah di Taif. Malahan kaum Quraisy ramai yang ingin bunuh nabi. Nabi sabar,nabi tak cepat putus asa" sambung ummi lagi. Adik dengar dengan khusyuk. Adik nak jadi baik macam Nabi Muhammad saw. Nama adik pun Muhammad. Walid yang cadangkan nama itu. Walid hendak adik tabah dan cekal macam Nabi Muhammad saw.
Malam itu adik duduk bersila depan ummi sambil tangan memegang Al- Quran. Adik ikat serban sendiri. Adik lilit serban ikut suka hati adik. Sekejap adik lilit ke kiri, sekejap ke kanan. Kadang-kadang serban itu tutup mata adik. Adik kuak sedikit kain serban ke atas ketika hendak membaca Al-Quran. "Bismillahirrahmanirrahim.." Adik baca Al-Quran dengan bersungguh-sungguh. Adik baca kitab Allah itu dengan tekun. Ummi duduk depan adik sambil memerhati bacaan adik. Adik hendak jadi macam abang. Umur enam tahun sudah khatam Al-Quran. Adik baru umur tiga tahun. Adik kena baca Quran dengan rajin kalau hendak khatam Al-Quran cepat macam abang. Adik ingat pesanan ummi.
Ummi kata Al-Quranlah satu-satunya harta yang paling berharga. Adik ingin baca Al-Quran hari-hari. Adik tidak mahu ponteng baca Al-Quran. Bacaan adik terhenti apabila pintu diketuk dan nama ummi dilaung- laungkan dari luar. "Syukur ya Huda, anakmu Yassin mati syahid"muncul Mak Cik Fatima di depan rumah. "Anakmu,anakmu adalah salah seorang pengebom berani mati ya Huda. Tindakannya menyebabkan tujuh orang askar Israel laknatullah terbunuh. Yassin dan tiga orang lagi pejuang Hizbullah mati syahid. Semoga syurga menanti mereka kelak" terang Mak Cik Fatima panjang lebar. Ummi panjatkan doa pada Allah semoga roh abang ditempatkan dalam golongan orang-orang yang beriman. Adik kaget. Nama Israfil.bukan..Israel disebut lagi. Adik benci mendengar nama itu. Kemarahan adik meluap-luap. Ummi beritahu adik abang telah pergi ikut walid. Ummi kata ummi bangga mempunyai anak seperti abang. Adik masuk tidur awal. Adik mimpi satu tempat yang sangat cantik. Adik nampak walid dan abang di sana. Walid dan abang senyum pada adik. Adik cuba kejar mereka tapi semakin adik kejar semakin mereka menghilang.
Keesokkan harinya, adik tunggu Jamal di tepi jalan seperti yang dijanjikan.Lima minit berlalu Jamal tidak muncul-muncul juga. Hampir setengah jam adik tunggu tapi Jamal tetap tidak muncul. Adik tidak suka orang yang mungkir pada janji. Adik ingat lagi, salah satu ciri orang munafik ialah mungkir apabila berjanji. Adik tidak mahu jadi munafik. Adik tanya kawan-kawan adik yang lain. Rupa-rupanya Jamal juga seperti walid dan abang. Jamal pergi ke satu tempat yang cantik. Tempat yang adik tidak tahu di mana letaknya. Semua orang yang adik sayang pergi ke tempat itu. Mula-mula walid,kemudian abang dan akhirnya Jamal. Adik pulang ke rumah awal. Adik terkejut. Terkesima sebentar. Rumah adik dikepung askar Israel. Mereka memang sedang mencari keluarga adik ekoran tindakan berani mati abang mengebom kubu Israel. Tubuh adik yang kecil memudahkan adik menyusup masuk ke dalam rumah. Adik nampak ummi terpelosok di satu sudut. Adik lihat dengan mata adik sendiri, tentera itu tendang ummi. Mereka sepak dan terajang ummi. Tapi ummi masih bersabar. Ummi tidak putus-putus menyebut satu kalimah keramat..Ahad..Ahad. Mata adik merah. Adik menahan marah. Adik tidak suka orang pukul ummi. Adik sayang ummi.adik benci Israel. Seorang tentera Israel mengacukan pistol ke arah ummi. Ummi dengan tenang menghadapinya. Tiada pun segaris garisan gusar terpancar di wajah ummi. Ketika peluru dilepaskan, tiba-tiba..... "Muhammad!!!!!!!" Ummi menjerit sambil memegang tubuh adik. Badan adik berlumuran darah. Pekat dan merah. Adik raba perut adik. Adik rasa sakit. Sakit yang mencucuk-cucuk. Seketika tadi adik telah korbankan tubuhnya untuk melindungi ummi. Natijahnya peluru itu merobek perut adik yang tidak berdosa. Ummi peluk adik. Ummi menangis semahu- mahunya. Adik cuba senyum pada ummi walaupun perit. "Ummi.adik rasa mengantuk,adik nak tidur.Adik nak jadi mujahid,adik nak ikut walid dan abang" terketar-ketar suara adik kedengaran di cuping telinga ummi. Ummi angguk,berusaha sedaya upaya untuk menahan air mata daripada jatuh bercucuran.Adik pejam mata. Adik nampak walid, abang dan Jamal melambai-lambai ke arah adik.
wasalam.
Dari Abdullah bin 'Amr lah.a., Rasulullah s.a.w. bersabda,
Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat...
sedih kan....smogankita dpt jdikan cter ni sbg iktibar dan pgjaran dalm idup kite.. wallahualam..

Thursday, 23 June 2011

ape tu KAWAN????

kalo korang ase aq ni kawan ko..bace la ek... ;)



kata mak,
KAWAN tu ibarat lebah,
habis madu sepah dibuang.......

kata abah,
KAWAN tu umpama bunga ros,
dipandang cantik dipegang sakit.....

kata atuk,
KAWAN tu seperti air
terus mengalir.....

kata nenek,
KAWAN tu bak bulan
dipuja dan disanjung tp nun jauh di sana....

kate sedare,
kawan tu mcm makanan,
kawan makan kawan!!

kata abang,
KAWAN tu seperti lembu
mengikut saje ape dikata........

kata kakak,
KAWAN tu tak ubah macam durian
bau je busuk tp sedap dimakan....

kata adik,
KAWAN tu macam biskut
sekejap ade sekejap takde.......

kata aku,
kawan tu tak kisahlah camner..
walaupun dia IBARAT LEBAH,
UMPAMA BUNGA ROS, SEPERTI AIR,
BAK BULAN, SEPERTI LEMBU,
TAK UBAH MACAM DURIAN & MACAM BISKUT!!!
dia tetap kawan...
tau tak sebab ape???
sekali aku dah kawan ngan dia
selamanye dia ttp kawan aku..
frenz 4ever...luv u all.. ;) 
idup ni xbermakna kalo kite xda kawan kn..kalo kawan xda kadang2 kita blank..
xtahu nk wat ape,,ase sunyi je..memori2 indh pom xkn tercipta kalo kita xda kawan..
tapi alhamdulillah aq pom ad kawan yg baik..kamceng ngn aq..sekepala ar ngn aq..
aq xkn lupe korg walaupun kita terpisah jauh....aq syg korg sgt2..
arap kite tetap kwan smpai bile2...

dari kiri:yati,la,nina n farhana...mber 1skola

ain...kwn time kcik ag.. :p

dak2 klas 2H12 kt matrik gambang,phg..

yaya,aq,ira,aisyah,anis....geng kt matrik..luv u all..!!



tq sudi kawan ngn aq kongsi suka duka same2..



k la,,stakat ni je la dulu k..salam...






Tuesday, 21 June 2011

10 AMALAN yang terbalik

Sabda Rasullullah SAW: "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat." (Riwayat Bukhari)
Marilah kita bermuhasabah atau menilai dan menghitung kembali tentang amalan harian kita. Kadang-kadang kita akan dapati amalan kita adalah terbalik atau bertentangan dari apa yang patut dilakukan dan dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sedar atau telah dilalaikan atau terikut-ikut dengan budaya hidup orang lain. Perhatikan apa yang dipaparkan dibawah sebagai contoh amalan yang terbalik:-

1. Amalan kenduri arwah beberapa malam yang dilakukan oleh keluarga simati selepas sesuatu kematian (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dari apa yang dianjurkan oleh Rasulullah di mana Rasulullah telah menganjurkan jiran tetangga memasak makanan untuk keluarga simati untuk meringankan kesusahan dan kesedihan mereka.

Keluarga tersebut telah ditimpa kesedihan, terpaksa pula menyedia makanan dan belanja untuk mereka yang datang membaca tahlil. Tidakkah mereka yang hadir makan kenduri tersebut khuatir kalau-kalau mereka termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh simati atau harta peninggalan simati yang belum dibahagikan kepada yang berhak menurut Islam?

2. Kalau hadir ke kenduri walimatul urus (kenduri kahwin) orang kerap salam berisi (hadiah wang yang diberi semasa bersalam). Kalau tak ada duit nak dikepit dalam tangan, maka segan ia nak pergi makan kenduri. Tetapi kalau ia menziarah orang mati, tidak segan pula salam tak berisi. Sepatutnya kalau menziarah keluarga si matilah kita patut memberi sedekah. Kalau ke kenduri kahwin, tak bagi pun tak apa kerana tuan rumah panggil untuk diberi makan bukan untuk ia menambah pendapatan.

3. Ketika menghadiri majlis pemimpin negara kita berpakaian cantik kemas dan segak tetapi bila mengadap Allah baik di rumah maupun di masjid, pakaian lebih kurang saja bahkan ada yang tak berbaju. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik.

4. Kalau menjadi tetamu di rumah orang dan di beri jamuan, kita rasa segan nak makan sampai habis apa yang dihidangkan kerana rasa segan dan malu, sedangkan yang dituntut dibanyakkan makan dan dihabiskan apa yang dihidang supaya tuan rumah rasa gembira dan tidak membazir.

5. Kalau bersolat sunat di masjid amat rajin, tapi kalau di rumah, sangat malas. Sedangkan sebaik-baiknya solat sunat banyak dilakukan di rumah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengelakkan rasa riak.

6. Bulan puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahawa dalam carta perbelanjaan setiap rumah orang Islam akan kita dapati perbelanjaan di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Sedangkan sepatutnya perbelanjaan di bulan puasa yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?

7. Kalau nak mengerjakan haji, kebanyakan orang akan membuat kenduri sebelum bertolak ke Mekah dan apabila balik dari Mekah tak buat kenduri pun. Anjuran berkenduri dalam Islam antaranya ialah kerana selamat dari bermusafir, maka dibuat kenduri, bukan kerana nak bermusafir, maka dibuat kenduri. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain.

8. Semua ibubapa amat bimbang kalau-kalau anak mereka gagal dalam periksa. Maka dihantarlah ke kelas tuisyen walau pun banyak belanjanya. Tapi kalau anak tak boleh baca Quran atau solat, tak bimbang pula bahkan tak mahu hantar tuisyen baca Quran atau kelas khas mempelajari Islam. Kalau guru tuisyen sanggup dibayar sebulan RM20.00 satu pelajaran 8 kali hadir tapi kepada Tok Guru Quran nak bayar RM15.00 sebulan 20 kali hadir belajar pun menggeletar tangan.

Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih berbimbang jika anak tidak dapat baca Al Quran atau bersolat dari tidak lulus periksa.