CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Wednesday, 7 December 2011

pesanan semasa mendengar azan..

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan
waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yang nazak, hampir ajal
tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras
dan hanya mimik mukanya yang menahan
kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yang
bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri
ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya
ketika maut menghampirinya." Ini jelas
menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan
diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan
berkumandang. Sebagai orang beragama Islam
kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya.
Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak
dan diamkan diri.

Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan
diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika
azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak.
Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal
hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang
dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya
akan dicabut Allah dengan izinNya menjanjikan
syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita
sama-sama menghormati azan dan mohon kepada
Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa
kita sedang dicabut.Ya Allah! Anugerahkanlah
kematian kami dengan kematian yang baik lagi
mulia, lancarkan lidah kami mengucap
kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut
menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal
a'lamin.."

jarak dunia dan akhirat seperti memejamkan mata

Jabir bin Abdullah berkata: "Pada suatu hari, sewaktu saya bersama baginda Rasulullah S.A.W. maka tiba2datang seorng lelaki yang berwajah putih bersih, rambutnya pula sangat cantik dan berpakaian putih. Lalu dia menghampiri Rasulullah S.A.W dengan berkata


"Assalamualaikum ya Rasulullah, apakah ertinya dunia itu?"
Maka Rasulullah pun berkata, "Dunia ini adalah impian orang yang tidur."


Tanya orang itu lagi, "apakah ertinya akhirat itu ya Rasulullah?" Jawab baginda, "satu kumpulan manusia berada dalam Syurga dan satu kumpulan lagi berada dalam Neraka sa'ir.


Orang itu bertanya lagi, "Apakah jahannam itu?" Maka Rasulullah berkata, "Jahannam itu adalah balasan bagi mereka yang mencarinya."




Tanya orang itu lagi, "siapakah sebaik-baik umat ini?"
Jawab baginda, "sebaik-baik umat ialah yang taat kepada Allah S.W.T."


Tanya orang itu lagi, "bagaimanakah yang dikatakan orang yang taat itu?" Kata Rasulullah, "orang yang berusaha bersungguh-sungguh sebagaimana orang yang mencari kafilah."


Tanya orang itu lagi, "Berapa jarak jauhnya dunia dengan akhirat itu?" Jawab Rasulullah, "hanya sekadar memejamkan mata sahaja."


Jabir melanjutkan ceritanya, "Setelah orang itu pergi, kami tidak pernah melihatnya lagi selepas itu."


Rasulullah bersabda, " Orang lelaki yang datang tadi adalah Jibrail A.S, datang depada kamu agar kamu menjauhkan diri dari dunia dan mencintai akhirat."


Kata Rasulullah lagi, "Sesungguhnya Allah tidak menciptakan makhluk yang lebih dibenci melainkan dunia, bahkan Allah tidak melihatnya sejak menciptanya"



Sunday, 27 November 2011

DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA


----- Original Message -----
From: Aish AB
"Sopyan Sorry" wrote:
  
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung- huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Selendangnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.

"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina."

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir karena malu, langsung saya cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa a.s. berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena
perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut.

Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu kemana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu mahu di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, apatah pula manusia lain bakal menerimanya?

Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa setelah dia beredar, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"

Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista tu?"

"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.

"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.

"Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal.Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.

Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh- sungguh bererti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu
menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan).

Dalam hadith Nabi SAW disebutkan, Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 Nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka
selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat.


orang yang berbudi dan berilmu itu ialah jernih mukanya, lapang dadanya, suci hatinya, lemah lembut perkataannya dan baik segala perbuatannya -Hukamak


Saturday, 13 August 2011

98 langkah menuju syurga..

1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan
      diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila
      kerana sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
43. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
44. Perbanyak silaturrahim;
45. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
46. Bicaralah secukupnya;
47. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
48. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
49. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
50. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
51. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
52. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
53. Hormatilah kepada guru dan ulama;
54. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
55. Cintai keluarga Nabi saw;
56. Jangan terlalu banyak hutang;
57. Jangan terlampau mudah berjanji;
58. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan
      dunia adalah kehidupan sementara;
59. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat
60. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
61. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
62. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
63. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
64. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan
dengan kejahatan lagi;
65. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
66. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
67. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu
      pilihan
68. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang
      mendapatkan kesulitan.
69. Jangan melukai hati orang lain;
70. Jangan membiasakan berkata dusta;
71. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan
      kerugian;
72. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
73. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan
      kesungguhan;
74. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
75. Jangan membuka aib orang lain;
76. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang
      yang lebih berprestasi dari kita;
77. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan
      bijaksana;
78. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
79. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
80. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa
     dan negara;
81. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
82. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
83. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
84. Hargai prestasi dan pemberian orang;
85. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
86. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan
      tidak menyenangkan.
87. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-
       norma agama dan kondisi diri kita;
88. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental
      kita menjadi terganggu;
89. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
90. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-
      pandailah untuk melupakan jasa kita;
91. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain
      terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat
      menyebabkan orang lain terhina;
92. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut
      teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
93. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
94. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh
      keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
95. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar
      kemampuan diri;
96. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan.
      Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
97. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan
      setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan;
98. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya
     dengan memiskinkan orang


YANG PALING PENTING REDHA ALLAH, BILA ALLAH REDHA TIADA APA YANG DAPAT MENGHALANGI...


-----------------
saya tETAP TIdAK pEDULI, aSALkAN saya SEoRANG MusliM, BiAR dIrI SaYa tERkUJUr MaTi, uNTuK ALLAH kEMAtIaN SaYa adalah pAsTi.




Monday, 11 July 2011

petua untuk menjadi cantik..


Anda Nak tahu petua bagi menambahkan kecantikan diri anda wahai kaum wanita.
Cuba lihat panduan di bawah ini :
Petua menjadi lebih cantik dan menarik :-
Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.

Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.

Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.

Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.

Rawatlah rambut anda dengan "Selendang Islami" yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang merbahayakan.

Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu' dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.

Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian".

Bedakilah wajah anda dengan "air Wudhu" nescaya akan bercahaya di akhirat.

Di mana cantiknya seorang muslimah?
Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja. 

Boleh jadi pada bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami dan pipi munggil anak-anak. 

Atau mungkin juga pada hilai tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus melembutkan perasaan. 

Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan.
Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. 

Kaum wanita harus menyatakan kesyukuran kehadrat Ilahi kerana menjadikan dan memberikan keindahan-keindahan itu.

Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap dihadapan
cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua.
Wajah akan suram, mata akan kelam.

Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat kewanitaan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

Moga-moga ianya menjadi panduan dan iktibar kepada kaum wanita.InsyaAllah

-----------------
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR,
Teman yang paling akrab ialah AMAL,
Pengawal peribadi yang paling waspada ialah DIAM,
Bahasa yang paling manis ialah SENYUM,
Ibadah yang paling indah ialah KHUSYUK....



Wednesday, 6 July 2011

Nauzubillah..

Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, "Wahai orang muda kenapa kamu menangis?"

Maka berkata orang muda itu, "Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya." Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu,maka Abu Bakar r.a dan Umar r.a. mendapati ayah orang muda itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, "Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam." Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah W.T, kemudian mayat itu pun tukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut. Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?"

Berkata orang muda itu, "Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat." Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, "Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam."

Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.

Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat."
Lalu para sahabat bertanya, "Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?" Berkata ular, "Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya ;

1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang
2. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
3. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.
Maka inilah balasannya".

Tuesday, 5 July 2011

antara lobak, telur dan kopi..

Annasr menulis "Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah periuk dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga periuk tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam periuk pertama, telur dalam periuk kedua dan serbuk kopi dalam periuk terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 minit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Lobak, telur dan kopi", jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasa lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahawa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa erti semua ini, ayah?" Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeza.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.
"Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?" tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cabaran dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjaya mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 darjah celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat.
Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum.
Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana?